Selasa, 04 Januari 2022

 

PENERAPAN MODEL PEMEBLAJARAN ARIAS DALAM MENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DI KELAS

Ismail

 

1.      Permasalahan

Saya salah seorang guru di SD Negeri 2 Kembang Kerang Daya, yang mengajar di kelas 5. Sebelumnya saya mengajar di SD Negeri 4 Kembang Kerang yang berada di satu wilayah kecamatan yaitu Aikmel, dan penugasan saya di sekolah ini baru 2 tahun. Selama itu saya mengamati perkembangan pelaksanaan pemebelajaran masih jauh berbe da dibandingkan dengan sekolah lain, banyak permasalahan yang saya lihat terutama da lam menerapkan strategi dan model pembelajaran dan tekhnis guru dalam meng ajar.

Mengajar merupakan sebuah tindakan seseorang yang mencoba untuk mem-bantu orang lain (siswa) untuk mencapai kemajuan dalam berbagai aspek seoptimal mungkin, se­hingga sesuai dengan potensinya untuk mencapai tujuan pembelajaran (Moore 2001, (dalam Suyono 2011). Hasil akhir dari proses mengajar adalah kemam-puan siswa yang tinggi untuk dapat belajar lebih mudah dan efektif sehingga akan meningkatkan hasil belajar yang optimal.

Guru dalam hal untuk meningkatkan hasil belajar yang optimal, dituntut agar dapat melakukan berbagai peran dalam pembelajaran dan memiliki pengetahuan yang luas (Suyono & Hariyanto, 2011). Salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh guru adalah kemampuan dalam memilih, memilah, dan menerapkan model pembelajaran atau strategi dalam mengajar. Pada kenyataan banyak guru yang tidak menguasai kompetensi tersebut. Kenyataan ini, juga terjadi di Sekolah tempat saya mengajar yaitu SDN 2 Kembang Kerang Daya Lombok Timur. Pantauan saya selama mengajar di tempat ini menunjukkan bahwa rendahnya hasil dan kualitas belajar IPA di kelas. Pelajaran IPA sulit dipahami oleh siswa disebabkan karena model pembelajaran yang digunakan selama tidak sesuai dengan karakter pembelajaran IPA serta masih berpusat pada guru dan bersifat monoton, sementara siswa tidak banyak  berperan aktif yang akhirnya berpengaruh terhadap kefektipan pembelajaran dalam kelas yang akan mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa.

Pelaksanaan pembelajaran yang terjadi selama ini, penggunaan strategi dan model pembelajaran tidak didasarkan pada prinsip dan langkah-langkah strategi dan model pemebelajaran yang diterapkan dalam pelajaran IPA. Dalam menjelaskan materi IPA, secara umum dengan metode ceramah, dan kadang menggunakan strategi lain tan-pa melibatkan siswa untuk ikut berperan aktif sesuai dengan materi yang dipelajari. Pada umumnya guru mengira bahwa semua strategi dan model pembelajaran itu sama. Masih banyak guru tidak mengetahui bahwa penerapan strategi mengajar dapat membantu pembelajar dalam meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan baru yang ber-upa ide-ide atau istilah-istilah dan membagi ide dan istilah tersebut menjadi subyek yang lebih kecil. Guru juga tidak mengetahui dan tidak memahami bahwa penggunaan model dan strategi mengajar yang tepat, dapat membantu siswa melakukan aktivitas ber pikir dan mempunyai kemampuan kognitif tingkat tinggi, sehingga mereka dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang ada dan dimiliki sejak awal sebelum mereka belajar.

2.      Dampak Terhadap Prestasi Akademik Siswa

Penggunaan strategi dan model pembelajaran yang tidak tepat serta penggunaan-nya yang monoton mengakibatkan sulitnya siswa memahami materi IPA serta rendah-nya kemampuan berpikir kritis, kemampuan kognitif dan afektif siswa SD Negeri 2 Kembang Kerang Daya Lombok Timur. Sulitnya memahami materi pelajaran IPA serta rendahnya kemampuan berpikir kritis, kognitif siswa terlihat dari hasil ulangan yang te-lah dilakukan oleh guru kelas terhadap pelajaran IPA. Hasil ulangan menunjukkan bah wa rata-rata nilai siswa masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan oleh sekolah yaitu 67%, dan rata-rata ketuntasan kelas 75%. Afektif siswa juga masih rendah karena sistem pembelajaran yang selama ini digunakan, kemampuan afektif juga kurang mendapat perhatian, kemampuan afektif hanya dijadikan sebagai efek pengiring (nurturant effect) atau menjadi hidden curriculum, yang disisipkan da­lam kegiatan pembelajaran yang utama yaitu pembelajaran kognitif atau pembe­lajaran psikomotor.

Rendahnya kemampuan afektif siswa terlihat dari sikap siswa dalam kegiatan pembelajaran seperti; masih banyak siswa yang tidak mengikuti pembelajaran dengan baik, kurang menger-jakan tugas yang diberikan guru, masih banyak siswa yang kurang mengahargai waktu, masih banyak siswa yang bermain saat guru menyampaikan dan menjelaskan materi dan tidak mem­per­hatikan penjelasan guru dengan baik.

Berdasarkan hasil pengamatan selama ini, masalah pada SD Negeri 2 Kembang Kerang Daya Lombok Timur yang paling penting dan mungkin untuk dicarikan solu sinya adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis, kognitif, dan afektif. Akar permasa-lahan yang menyebabkan masih kurang dan rendahnya kemampuan siswa tersebut ada-lah karena guru kurang memberikan kesempatan dan waktu pada siswa untuk berpar-tisipasi dalam proses pembelajaran dan selain itu strategi mengajar yang dipakai selama ini tidak menarik dan tidak sesuai dengan karakteristik pelajaran dan siswa, sehingga mereka kurang termotivasi dalam pembelajaran yang akhirnya mengakibatkan ren-dahnya hasil belajar.

 

3.      Strategi atau Pendekatan yang Saya Tawarkan sebagai upaya mengatasi permaslahan di Atas

Solusi yang dapat digunakan untuk perbaikan sistem pembelajaran IPA di kelas SD Negeri 2 Kembang Kerang Daya Lombok Timur adalah perlunya meningkatkan partisipasi semua siswa dalam proses pembelajaran dengan jalan memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya, mengikutsertakan semua siswa dalam mengungkapkan gagasan dan menilai gagasan yang diungkapkan sesama teman, serta mengikutsertakan semua siswa dalam memecahkan suatu permasalahan pada topik dan tema serta materi IPA yang dibicarakan/diajarkan, dan yang sangat penting dalam pembelajaran adalah pem­berian penghargaan pada siswa yang memiliki prestasi lebih dari temannya yang lain. Berkenaan pada masalah tersebut di atas, maka untuk meningkatkan kemampuan siswa ter­sebut, serta dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dite-rapkan suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment, dan Satisfaction (ARIAS).

            Model pembelajaran ARIAS ini masih asing bagi guru-guru yang ada di wilayah gugus, sehingga belum ada sekolah yang mencoba menggunakan dalam pembelajatan di kelas, dari 7 sekolah yang ada di wilayah gugus Kembang Kerang bahkan di wilayah lebih luaspun seperti wilayah sekolah yang ada di kecamatan Aikmel. Menurut beberapa teori yang sudah saya baca model pemebelajaran ini sangat sesuai dengan semua situasi dan kondisi sekolah.

Model pembelajaran ARIAS telah terbukti dapat meningkatkan hasil dan prestasi belajar siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Djamaah (1999)  di dua sekolah yang ber-beda (SD Negeri di Kota Palembang, Penelitian pertama) dan satu SD negeri di Sekayu, Kabupaten Musi Banyu Asin (penelitian kedua). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi ber-prestasi dan hasil belajar siswa. Penelitian beri­kutnya dilakukan oleh Sa’adah dkk.di ke las X SMA Pasundan 2 Bandung tahun 2010, menunjukkan bahwa hasil model pem-belajaran ARIAS memberikan pengaruh yang sangat baik terhadap peningkatan hasil belajar siswa bila dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.

Model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik, dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan kemampuan berprestasi dan hasil belajar siswa. Ber­dasarkan ba-nyak konsep dan teori tentang model pembelajaran ARIAS serta hasil penelitian yang dilakukan oleh dua peniliti diatas, maka model pembelajaran ARIAS dapat digunakan sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan kemampuan dan hasil belajar IPA di kelas SD Negeri 2 Kembang Kerang Daya Lombok Timur NTB.

Mata pelajaran IPA dikembangkan melalui kemampuan berpikir analitis, in-duktif, dan deduktif untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar, dan pengaruhnya terhadap manusia. Penyelesaian masalah IPA yang ter-kait dengan materi untuk berpikir kritis sangat diperlukan, karena dengan demikian segala permasalahan yang berhubungan dengan manusia yang dapat diatasi dengan baik dan bijaksana.

 

4.      Hasil dan Perubahan yang Terjadi

            Melalui penggunaan model pembelajaran ARIAS ke­mampuan yang dapat dimiliki siswa antara lain menunjukkan penerimaan dengan mengiyakan, mendengar-kan, dan menanggapi sesuatu (receiving), berperan serta dalam diskusi melalui kegiatan menanggapi (responding), mendukung atau menentang suatu gagasan (valuing), men-diskusikan permasalahan, merumuskan masalah, menyimpulkan suatu gagasan (organi-zation), dan kemampuan dalam mencari penyelesaian suatu masalah (characterization).

Model pembelajaran ARIAS dapat membantu siswa untuk menyadari diri ter-hadap adanya kemampuan yang dimilikinya sehingga termotivasi untuk belajar, saling mendorong dan membantu antara anggota kelompok dalam belajar secara optimal. Selain itu adanya kegiatan pendukung yang berasal dari dalam diri siswa berupa, rasa percaya diri (assurance), dapat menghubungkan antara pengetahuan awal yang sudah didapat dengan pengetahuan yang baru dipelajar (relevance) ide siswa, dapat mem-berikan dorongan motivasi atau minat (interest) belajar yang lebih giat. Model pem-belajaran ini juga dapat mendukung motivasi yang datang dari luar diri siswa berupa sistem penilaian yang diberikan oleh guru (assessment), penghargaan dan  penguatan (saticfaction) yang berupa kata-kata terpuji bagi siswa yang berprestasi atau kata-kata yang bijak bagi siswa yang belum berhasil.

 

5.      Pesan yang Dapat Dipelajari oleh Guru Lain dari Pengalaman Saya ini

            Setelah saya melakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran ARIAS semua guru tertarik terhadap model pembelahran tersebut. Tindak lanjut dari keter-tarikannya itu semua guru termasuk kepala sekolah bertanya dan minta untuk shering pengalaman terkait model pemebelaran ARIAS. Setelah saya berbagi dengan semua guru terkait pengenalan dan penerapatn model pembelajaran ARIAS, makas salah seorang guru berkomentar bahwa selama ini saya tidak pernah mendengar model pembelajaran tersebut yang disambut juga oleh semua guru. Dia juga kurang banyak membaca model-model pembelajaran yang inspiratif, sehingga guru tersebut mengakui bahwa dirinya miskin dalam menerapkan strategi pembelajaran. Tidak semua pelajaran dan dalam semua situasi dapat menggunakan strategi dan model pembelajaran yang sama, namun harus menggunakan dan mencoba semua strategi dalam pembelajaran, sehingga kelas menjadi lebih hidup dan siswa semakin termotivasi yag akhirnya membuat mereka bergairah untuk terus belajar.

 

DAFTAR RUJUKAN

Djamaah. 1999. Pengaruh Model Pembelajaran ARIAS Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Siswa. Disertasi. Jakarta: PPS-IKIP Jakarta.

Sa’adah, Siahaan, P. Setiawan, W. 2010. Penerapan Model ARIAS dalam Pembel-ajaran TIK. Jurnal Pendidikan teknologi Informasi dan Komonikasi (PTIK), (Oline), Vol. 3 No. 1, (http://fileupi.edu, diakses 10 oktober 2011).

Suyono, M.S. Hariyanto. 2011. BelajardanPembelajaran, TeoridanKonsepDasar. Bandung. Rosda.

 

PROFIL SINGKAT

 

Ismail, Lahir di Kembang Kerang 31 Desember 1970, putra dari Bapak Sadenah dengan Umi Mahusin. Pedidikan Dasar di SDN Bagik Manis Tahun 1985, SMPN 1 Aikmel tahun 1988, melanjutkan ke SPGN Selong Lombok Timur lulus tahun 1991, melan-jutkan ke UNRAM Prodi D3 Pendidikan Biologi tahun 1998, menyelesaikan S1 di STKIP Hamzanwadi Selong Prodi S1 Pendidikan Biologi, menyelesaikan starata 2 di UM Malang Prodi S2 Pendidikan Biologi tahun 2012. Sekarang sedang menempuh program S3 Manajemen Pendidikan Islam di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.