PENERAPAN MODEL
PEMEBLAJARAN ARIAS DALAM MENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DI KELAS
Ismail
1. Permasalahan
Saya salah seorang guru di SD Negeri 2 Kembang Kerang
Daya, yang mengajar di kelas 5. Sebelumnya saya mengajar di SD Negeri 4 Kembang
Kerang yang berada di satu wilayah kecamatan yaitu Aikmel, dan penugasan saya
di sekolah ini baru 2 tahun. Selama itu saya mengamati perkembangan pelaksanaan
pemebelajaran masih jauh berbe da dibandingkan dengan sekolah lain, banyak
permasalahan yang saya lihat terutama da lam menerapkan strategi dan model
pembelajaran dan tekhnis guru dalam meng ajar.
Mengajar
merupakan sebuah tindakan seseorang yang mencoba untuk mem-bantu orang lain (siswa) untuk mencapai
kemajuan dalam berbagai aspek seoptimal mungkin, sehingga sesuai dengan
potensinya untuk mencapai tujuan pembelajaran (Moore
2001, (dalam Suyono 2011). Hasil akhir dari proses mengajar adalah kemam-puan siswa yang tinggi untuk dapat belajar lebih mudah dan efektif sehingga akan meningkatkan
hasil belajar yang optimal.
Guru dalam hal untuk meningkatkan hasil belajar yang
optimal, dituntut agar dapat melakukan berbagai peran dalam pembelajaran dan
memiliki pengetahuan yang luas (Suyono & Hariyanto, 2011). Salah satu
kompetensi yang harus dikuasai oleh guru adalah kemampuan dalam memilih,
memilah, dan menerapkan model pembelajaran atau strategi dalam mengajar. Pada
kenyataan banyak guru yang tidak menguasai kompetensi tersebut. Kenyataan ini,
juga terjadi di Sekolah tempat saya mengajar yaitu SDN 2 Kembang Kerang Daya Lombok
Timur. Pantauan saya selama mengajar di tempat ini menunjukkan bahwa rendahnya hasil dan kualitas belajar IPA di kelas.
Pelajaran IPA sulit dipahami oleh siswa disebabkan karena model pembelajaran
yang digunakan selama tidak sesuai dengan karakter pembelajaran IPA serta masih
berpusat pada guru dan bersifat monoton, sementara siswa tidak banyak berperan aktif yang akhirnya berpengaruh
terhadap kefektipan pembelajaran dalam kelas yang akan mengakibatkan rendahnya
hasil belajar siswa.
Pelaksanaan pembelajaran
yang terjadi selama ini, penggunaan strategi dan model pembelajaran tidak
didasarkan pada prinsip dan langkah-langkah strategi dan model pemebelajaran yang
diterapkan dalam pelajaran IPA. Dalam menjelaskan materi IPA, secara umum dengan
metode ceramah, dan kadang menggunakan strategi lain tan-pa melibatkan siswa
untuk ikut berperan aktif sesuai dengan materi yang dipelajari. Pada umumnya
guru mengira bahwa semua strategi dan model pembelajaran itu sama. Masih banyak
guru tidak mengetahui bahwa penerapan strategi mengajar dapat membantu pembelajar
dalam meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan baru yang ber-upa ide-ide atau
istilah-istilah dan membagi ide dan istilah tersebut menjadi subyek yang lebih
kecil. Guru juga tidak mengetahui dan tidak memahami bahwa penggunaan model dan
strategi mengajar yang tepat, dapat membantu siswa melakukan aktivitas ber pikir dan mempunyai kemampuan kognitif tingkat
tinggi, sehingga mereka dapat
mengembangkan ilmu pengetahuan yang ada dan dimiliki sejak awal sebelum mereka
belajar.
2. Dampak Terhadap
Prestasi Akademik Siswa
Penggunaan strategi dan model pembelajaran yang
tidak tepat serta penggunaan-nya yang monoton mengakibatkan sulitnya siswa memahami materi IPA serta rendah-nya
kemampuan berpikir kritis, kemampuan kognitif dan afektif siswa SD Negeri 2 Kembang Kerang Daya Lombok
Timur. Sulitnya memahami materi pelajaran IPA serta rendahnya kemampuan berpikir
kritis, kognitif siswa terlihat dari hasil ulangan yang te-lah dilakukan oleh
guru kelas terhadap pelajaran IPA. Hasil ulangan menunjukkan bah wa rata-rata
nilai siswa masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah
ditentukan oleh sekolah yaitu 67%, dan rata-rata ketuntasan kelas 75%. Afektif
siswa juga masih rendah karena sistem pembelajaran yang selama ini digunakan,
kemampuan afektif juga kurang mendapat perhatian, kemampuan afektif hanya
dijadikan sebagai efek pengiring (nurturant effect) atau menjadi hidden
curriculum, yang disisipkan dalam kegiatan pembelajaran yang utama yaitu
pembelajaran kognitif atau pembelajaran psikomotor.
Rendahnya kemampuan afektif siswa terlihat dari
sikap siswa dalam kegiatan pembelajaran seperti; masih banyak siswa yang tidak
mengikuti pembelajaran dengan baik, kurang menger-jakan tugas yang diberikan
guru, masih banyak siswa yang kurang mengahargai waktu, masih banyak siswa yang
bermain saat guru menyampaikan dan menjelaskan materi dan tidak memperhatikan
penjelasan guru dengan baik.
Berdasarkan hasil pengamatan selama ini,
masalah pada SD Negeri 2 Kembang Kerang Daya Lombok Timur yang paling penting
dan mungkin untuk dicarikan solu sinya adalah rendahnya kemampuan berpikir
kritis, kognitif, dan afektif. Akar permasa-lahan yang menyebabkan masih kurang
dan rendahnya kemampuan siswa tersebut ada-lah karena guru kurang memberikan
kesempatan dan waktu pada siswa untuk berpar-tisipasi dalam proses pembelajaran
dan selain itu strategi mengajar yang dipakai selama ini tidak menarik dan
tidak sesuai dengan karakteristik pelajaran dan siswa, sehingga mereka kurang
termotivasi dalam pembelajaran yang akhirnya mengakibatkan ren-dahnya hasil
belajar.
3.
Strategi atau Pendekatan yang Saya Tawarkan
sebagai upaya mengatasi permaslahan di Atas
Solusi yang dapat digunakan untuk
perbaikan sistem pembelajaran IPA di
kelas SD Negeri 2 Kembang Kerang Daya Lombok Timur adalah perlunya meningkatkan partisipasi semua siswa dalam proses pembelajaran dengan jalan
memberi kesempatan pada siswa untuk
bertanya, mengikutsertakan semua siswa dalam mengungkapkan gagasan dan menilai gagasan yang diungkapkan sesama
teman, serta mengikutsertakan semua
siswa dalam memecahkan suatu permasalahan pada topik dan tema serta materi IPA
yang
dibicarakan/diajarkan, dan yang sangat penting dalam pembelajaran
adalah pemberian penghargaan pada siswa yang memiliki prestasi lebih dari
temannya yang lain. Berkenaan pada masalah tersebut di atas, maka
untuk meningkatkan kemampuan siswa tersebut, serta dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dite-rapkan suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran
Assurance, Relevance, Interest,
Assessment, dan Satisfaction (ARIAS).
Model pembelajaran ARIAS ini
masih asing bagi guru-guru yang ada di wilayah gugus, sehingga belum ada sekolah
yang mencoba menggunakan dalam pembelajatan di kelas, dari 7 sekolah yang ada
di wilayah gugus Kembang Kerang bahkan di wilayah lebih luaspun seperti wilayah
sekolah yang ada di kecamatan Aikmel. Menurut beberapa teori yang sudah saya
baca model pemebelajaran ini sangat sesuai dengan semua situasi dan kondisi
sekolah.
Model pembelajaran ARIAS telah terbukti dapat meningkatkan hasil dan
prestasi belajar siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Djamaah (1999) di dua sekolah yang ber-beda (SD Negeri di Kota Palembang, Penelitian pertama) dan satu SD negeri di Sekayu,
Kabupaten Musi Banyu Asin (penelitian kedua). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi ber-prestasi dan hasil belajar siswa.
Penelitian berikutnya dilakukan oleh Sa’adah dkk.di ke las X
SMA Pasundan 2 Bandung tahun 2010, menunjukkan bahwa hasil model pem-belajaran ARIAS
memberikan pengaruh yang sangat baik terhadap peningkatan hasil belajar siswa
bila dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.
Model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru
sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik, dan sebagai suatu
alternatif dalam usaha meningkatkan kemampuan berprestasi dan hasil belajar
siswa. Berdasarkan ba-nyak
konsep dan teori tentang model pembelajaran ARIAS serta hasil penelitian yang dilakukan oleh dua peniliti diatas, maka
model pembelajaran ARIAS dapat
digunakan sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan kemampuan dan hasil
belajar IPA di kelas SD Negeri 2 Kembang Kerang Daya Lombok Timur NTB.
Mata pelajaran IPA
dikembangkan melalui kemampuan berpikir analitis, in-duktif, dan deduktif untuk
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar, dan
pengaruhnya terhadap manusia. Penyelesaian masalah IPA yang ter-kait dengan
materi untuk berpikir kritis sangat diperlukan, karena dengan demikian segala
permasalahan yang berhubungan dengan manusia yang dapat diatasi dengan baik dan
bijaksana.
4.
Hasil dan Perubahan yang
Terjadi
Melalui
penggunaan model pembelajaran ARIAS
kemampuan yang dapat dimiliki siswa antara lain menunjukkan penerimaan dengan
mengiyakan, mendengar-kan, dan menanggapi sesuatu (receiving), berperan
serta dalam diskusi melalui kegiatan menanggapi (responding), mendukung
atau menentang suatu gagasan (valuing), men-diskusikan permasalahan,
merumuskan masalah, menyimpulkan suatu gagasan (organi-zation), dan
kemampuan dalam mencari penyelesaian suatu masalah (characterization).
Model pembelajaran ARIAS dapat membantu siswa untuk menyadari diri ter-hadap adanya kemampuan yang dimilikinya
sehingga termotivasi untuk belajar, saling mendorong dan membantu antara
anggota kelompok dalam belajar secara optimal. Selain itu adanya kegiatan
pendukung yang berasal dari dalam diri siswa berupa, rasa percaya diri (assurance), dapat menghubungkan antara pengetahuan awal yang
sudah didapat dengan pengetahuan yang baru dipelajar (relevance) ide siswa, dapat mem-berikan dorongan motivasi atau minat (interest) belajar yang lebih giat. Model
pem-belajaran ini juga dapat mendukung motivasi yang datang dari luar diri
siswa berupa sistem penilaian yang diberikan oleh guru (assessment), penghargaan dan
penguatan (saticfaction) yang
berupa kata-kata terpuji bagi siswa yang berprestasi atau kata-kata yang bijak
bagi siswa yang belum berhasil.
5.
Pesan yang Dapat Dipelajari oleh Guru Lain dari
Pengalaman Saya ini
Setelah
saya melakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran ARIAS semua
guru tertarik terhadap model pembelahran tersebut. Tindak lanjut dari
keter-tarikannya itu semua guru termasuk kepala sekolah bertanya dan minta
untuk shering pengalaman terkait model pemebelaran ARIAS. Setelah saya
berbagi dengan semua guru terkait pengenalan dan penerapatn model pembelajaran
ARIAS, makas salah seorang guru berkomentar bahwa selama ini saya tidak pernah
mendengar model pembelajaran tersebut yang disambut juga oleh semua guru. Dia
juga kurang banyak membaca model-model pembelajaran yang inspiratif, sehingga guru
tersebut mengakui bahwa dirinya miskin dalam menerapkan strategi pembelajaran.
Tidak semua pelajaran dan dalam semua situasi dapat menggunakan strategi dan
model pembelajaran yang sama, namun harus menggunakan dan mencoba semua
strategi dalam pembelajaran, sehingga kelas menjadi lebih hidup dan siswa
semakin termotivasi yag akhirnya membuat mereka bergairah untuk terus belajar.
DAFTAR
RUJUKAN
Djamaah. 1999. Pengaruh Model Pembelajaran ARIAS Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Siswa. Disertasi. Jakarta: PPS-IKIP Jakarta.
Sa’adah, Siahaan, P. Setiawan, W. 2010. Penerapan
Model ARIAS dalam Pembel-ajaran TIK. Jurnal Pendidikan teknologi Informasi dan
Komonikasi (PTIK), (Oline), Vol. 3 No. 1, (http://fileupi.edu, diakses 10 oktober 2011).
Suyono, M.S. Hariyanto. 2011. BelajardanPembelajaran, TeoridanKonsepDasar. Bandung. Rosda.
PROFIL
SINGKAT
Ismail, Lahir di Kembang Kerang 31 Desember 1970, putra dari
Bapak Sadenah dengan Umi Mahusin. Pedidikan Dasar di SDN Bagik Manis Tahun
1985, SMPN 1 Aikmel tahun 1988, melanjutkan ke SPGN Selong Lombok Timur lulus tahun
1991, melan-jutkan ke UNRAM Prodi D3 Pendidikan Biologi tahun 1998,
menyelesaikan S1 di STKIP Hamzanwadi Selong Prodi S1 Pendidikan Biologi,
menyelesaikan starata 2 di UM Malang Prodi S2 Pendidikan Biologi tahun 2012.
Sekarang sedang menempuh program S3 Manajemen Pendidikan Islam
di UIN
Maulana Malik Ibrahim Malang.
Mantap Pak👍👍👍👍
BalasHapus